Artikel menarik untuk dibaca dihari minggu yang indah
Teman teman hari minggu hari santai
saya copy paste beberapa artikel dan berita
semoga menambah pengetahuan anda
5 Langkah Menjadi Trader Sukses
Menjadi seorang trader, seperti profesi
lain, bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak orang ingin menjadi trader
yang sukses, namun melupakan bahwa menjadi trader sukses adalah suatu proses.
Ada beberapa tahap yang harus dilewati oleh seorang trader sebelum
menjadi trader yang sukses. Baca artikel ini untuk mengetahui 5 langkah
menjadi trader sukses
5 Langkah Menjadi Trader Sukses bukanlah artikel yang
saya tulis sendiri. Saya menemukannya di internet, aslinya di dalam
bahasa Inggris. Ada juga terjemahan bahasa Indonesianya, tetapi sangat
amburadul. Akhirnya saya perbaiki dan terjemahkan secara bebas karena
menurut saya artikel ini menarik.
LEVEL 1: UNCONSCIOUS INCOMPETENCELangkah pertama, dimulai ketika Anda membuka akun trading. Anda menjadi trader karena mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan pendapatan seorang direktur perusahaan besar. Lagi pula saat simulasi dengan virtual trading, Anda berhasil mendapatkan profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya?
Anda mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan sampai beberapa puluh persen per hari, namun itu semua hanyalah hoki saja. Anda pada awalnya mungkin hanya mengandalkan 1 indikator saja, atau bahkan hanya dengan insting, toh Anda bisa profit. Namun sayangnya, market akan mengalahkan Anda. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. Kerugian demi kerugian menghampiri Anda. Anda mencoba bertahan sampai modal habis.
Anda sama sekali tidak menyadari bahwa Anda tidak bisa trading. Anda tetap mengira Anda bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya. Anda tetap mengira bahwa Anda adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan Anda tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Anda tidak mempunyai sistem yang komplit, dikuasai oleh emosi Anda, dan selalu averaging posisi jika loss karena marah (ANGER) pada market. Anda selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena Anda dikuasai oleh ketamakan (GREED). Anda selalu takut mengambil posisi ( FEAR). Anda membiarkan diri Anda dikuasai oleh emosi sehingga modal semakin tergerus.
90% orang yang gagal menjadi trader hanya sampai pada level ini. Mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka.Sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap memasukkan dana dan trading seperti orang gila. Dalam sebulan atau dua bulan margin habis. 90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% yang sadar dan pindah ke level 2.
LEVEL 2: CONCIOUS INCOMPETENCE
Di level ini Anda sadar bahwa Anda tidak bisa trading, Anda tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan Anda tahu solusinya, Anda sadar bahwa selama di level 1 pikiran Anda dikaburkan oleh emosi Anda sehingga Anda tidak bisa berpikir secara jernih. Di level ini Anda akan mencari holy grail ( sIstem yang sempurna, sIstem yang 100% profit, sIstem yang tidak pernah loss), Anda mulai membeli sIstem yang ada di internet, Anda membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia. Anda baca semua ebook yang ada, Anda praktekan semua sIstem yang Anda peroleh. Anda haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.
Pada level ini Anda akan membaca semua detail tentang indikator, bahkan Anda mungkin akan membuat indikator sendiri. Anda akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya. Anda tahu bahwa market terlalu rumit untuk diprediksi hanya dengan 1 indikator saja. Anda tahu kombinasi ideal dari masing-masing indikator. Anda tahu persis keunggulan indikator tersebut dan juga kelemahannya.
Anda akan mencoba menebak titik terbawah dan teratas market dengan indicktor tersebut. Anda akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. Namun ini belum berakhir, masih panjang jalan untuk menjadi trader sukses. Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.
LEVEL 3: THE EUREKA MOMENT
Pada akhir level 2, Anda akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di sistem. Anda menyadari bahwa Anda bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan sistem yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika Anda bisa menggunakan kepala Anda dan money management yang benar. Anda mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.
Level pencerahan ini membuat otak Anda menyadari satu hal yang penting. Di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market, bahkan untuk 30 detik kemudian. Anda mulai menguasai satu sistem trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter Anda, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan sistem yang asli. Anda mulai trading jika Anda tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, Anda hanya trading jika ada signal dari sistem Anda. Anda selalu menggunakan stoploss, karena Anda tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading. Ketika stoploss Anda kena, Anda tidak emosi karena tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan Anda.
Anda seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada sistem, psikologi trading dan money management. Dan kedisiplinan untuk melakukan sistem tersebut apapun yang terjadi. Anda mempelajari tentang money management lebih lanjut, 2% risk, dan hal lainnya. Hal ini mengingatkan Anda 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama dan Anda memilih untuk mengacuhkannya. Ketika itu Anda memang belum siap namun sekarang sudah.
Di level pencerahan, otak Anda akan menerima bahwa Anda tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa. Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.
LEVEL 4: CONSCIOUS COMPETENCE
Oke, Sekarang Anda hanya trading jika dan hanya jika sIstem Anda memberi signal. Anda cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena Anda tahu sistem Anda akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang Anda lakukan adalah resiko bisnis yaitu maksimal 2% dari akun Anda.
Di level ini Anda memulai target dengan profit cukup kecil, dan setelah Anda mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, Anda meningkatkan target. Dan hal itu pada akhirnya mampu Anda lakukan. Anda memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki sistem Anda, menguasai emosi Anda, dan melaksanakan money management. Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.
LEVEL 5: UNCONSCIOUS COMPETENCE
Nah sekarang Anda sampai di level 5. Ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini. Di level ini Anda bisa trading secara alami, Anda telah menguasai semuanya. Anda bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, Anda telah open di posisi yang benar, jadi Anda tinggal melihat profit Anda bergerak dari 2 digit ke 3 digit.
Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, Anda telah menguasai emosi Anda dan kini Anda trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang Anda peroleh. Anda akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang Anda katakan, Anda kenal dengan pertanyaan mereka, karena Anda ada diposisi mereka beberapa tahun yang lalu. Anda akan memberikan saran bagi mereka, namun Anda tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.
Anda tidak akan mempunyai masalah finansial lagi, Anda mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual. Anda bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, Anda bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana. Anda mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, Anda bisa membuat buku sendiri, Anda bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan akun Anda akan berlipat-lipat dari nilai awal.
Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.
Sekarang Anda bisa dengan bangga berkata " SAYA SEORANG TRADER".
Sekarang Anda bisa dengan bangga berkata " SAYA SEORANG TRADER".
==========================================
Kisah Trader Sukses - Alexander Elder
Posted by Asdaasda Asda Posted on 16:17Para trader yang telah sukses dalam karirnya sebagian besar mendedikasikan pengetahuan dan waktunya guna mengembangkan dunia trading dan investasi seperti mendirikan perusahaan konsultan investasi, menjadi komentator di berbagai media investasi dan bisnis, mengembangkan software trading atau menulis buku. Kita bisa mengambil manfaat positif dari kisah perjalanan karir dan pandangan mereka tentang dunia trading dan investasi.
Alexander Elder - psikiater yang mahir mentransfer pengetahuan trading
Dr. Alexander Elder adalah seorang trader profesional, penulis buku mengenai trading dan investasi, trainer, konsultan dan motivator trading terkemuka. Diantara puluhan bukunya yang terkenal antara lain ‘Trading for a Living’ (international best seller 1993), ‘Come into My Trading Room’ (Barron's 2002 Book of the Year) dan ‘Entries & Exits’. Tinggal di New York City dan trading diberbagai jenis pasar, Elder mempelopori sekolah khusus bagi para trader yang dinamakan ‘Traders’ Camp’ dan ‘Spike Group’. Ia sangat handal dalam mengajar dan berbicara di berbagai seminar. Ide dan caranya dalam mentransfer pengetahuan trading banyak mendapat pujian dan banyak ditiru. Disamping trading untuk dirinya sendiri dan para client, Dr. Elder memang komit dalam membantu para trader agar bisa mumpuni dan percaya diri dalam trading, seperti motto pada website perusahaannnya elder.com : Education for Intelligent Traders.
Latar belakang Alexander Elder adalah seorang dokter medis dan sekaligus psikiater. Lahir di Leningrad, Russia dimana ia belajar ilmu kedokteran. Pada usia 23 tahun, ia memperoleh suaka politik dari pemerintah Amerika Serikat dan bekerja di New York City sebagai psikiater serta mengajar di Columbia University. Disinilah Elder mulai tertarik dengan perdagangan di pasar saham. Saham pertama yang dibelinya adalah KinderCare. Setelah belajar mengetahui seluk beluk trading di pasar saham, ia mulai fokus juga di pasar option. Menurut Dr. Elder yang juga menciptakan metode ‘Triple Screen Trading System’ ini, yang paling penting dalam trading adalah psikologi (mungkin karena latar belakangnya yang psikiater), baru kemudian penggunaan kombinasi analisa teknikal dan money management yang tepat.
Dr.Elder mengerti dengan detail apa yang mendasari alur transaksi dalam trading, bagaimana seharusnya cara berpikir sebelum memulai transaksi, ketika punya posisi trading dan setelah menutup sebuah transaksi. Menurutnya ada 3 tingkatan dalam trading:
1. Trader yang mahir dalam analisa teknikal tetapi tidak memahami psikologi dalam trading yang merupakan komponen utama dalam menentukan cara berpikir dan mengendalikan emosi.
2. Trader yang menyadari bahwa meskipun ia mahir dalam analisa teknikal tetapi hal itu tidak menjamin sukses dalam trading. Pada tingkatan ini trader akan mencari dan mencoba cara-cara baru serta menghindari cara lama yang telah gagal. Dr. Elder menyebut ini sebagai kebangkitan pemahaman psikologi dalam trading.
3. Trader yang telah memahami bahwa untuk sukses dalam trading diperlukan pengendalian emosi yang benar dan strategi money management yang disiplin. Tanpa mengendalikan emosi trader akan sulit untuk mengantisipasi pergerakan harga selanjutnya, dan tanpa money management yang disiplin trader akan menggunakan emosinya untuk ‘memaksakan’ keuntungan, hal yang sangat alami.
Seperti yang ditulis dalam bukunya ‘Trading for a Living’, Dr.Elder berujar “Pada mulanya saya trading dengan lambat dan tidak berkembang sampai saya menyadari bahwa kunci untuk sukses dalam trading ada di kepala saya, bukan di dalam komputer. Ada yang mengatakan bahwa trading itu gampang-gampang susah, itu tidak benar. Untuk sukses dalam trading dibutuhkan pengetahuan yang dalam dan disiplin yang tinggi. Mitos bahwa saya rugi besar karena tidak tahu rahasia dalam trading, itu sama sekali keliru. Rahasia dalam trading itu hanya fantasi. Kalaupun ada, hanya ada 3 rahasia: psikologi, analisa pasar dan sistem trading serta money management. Semuanya mesti dilakukan dengan sangat disiplin.”
Selain di pasar saham dan option, Dr.Elder juga trading di pasar futures yang menurutnya paling menguntungkan. Disamping terus menulis buku, ia juga praktek sebagai psikiater secara part-time selepas jam trading.
Sumber : www.forextraders.com
www.elder.com
sumber
Para
trader yang telah sukses dalam karirnya sebagian besar mendedikasikan
pengetahuan dan waktunya guna mengembangkan dunia trading dan investasi
seperti mendirikan perusahaan konsultan investasi, menjadi komentator di
berbagai media investasi dan bisnis, mengembangkan software trading
atau menulis buku. Kita bisa mengambil manfaat positif dari kisah
perjalanan karir dan pandangan mereka tentang dunia trading dan
investasi.
====================================================
====================================================
Richard Donchian - bapak ‘trend following’
Richard
Davoud Donchian (1905-1993) adalah seorang trader profesional di pasar
komoditi dan futures pada jamannya. Ia adalah orang pertama yang
memperkenalkan cara trading dengan mengikuti arah trend (trend follower) dan hingga kini dikenal sebagai bapak trend following dari berbagai aliran trend following yang ada di dunia trading, misalnya turtle trading system atau sistem trading ala kura-kura. Ia juga adalah pelopor penerapan ilmu managemen pengelolaan dana dalam trading futures. Futures Inc., perusahaan yang ia kelola sejak tahun 1949 dan termasuk perusahaan investasi pertama yang go public, telah memberikan banyak sumbangan pada ilmu money management dalam trading futures.
Richard Donchian lahir di Connecticut, AS. Setelah menyelesaikan pendidikan ekonomi di Yale University pada tahun 1928, ia membantu bisnis permadani orang tuanya. Pendiriannya tiba-tiba saja berubah setelah dengan tidak disengaja ia membaca buku ‘Reminiscences of a Stock Operator’ yang ditulis oleh Jesse Livermore, trader terkenal saat itu yang juga seangkatan Donchian. Menurut Donchian yang pernah bertugas di Angkatan Udara AS selama perang dunia kedua dan pernah bekerja sebagai Statistical Control Officer di Pentagon ini, tidak ada bisnis yang begitu menjanjikan seperti trading. Ia segera banting stir dengan langsung terjun ke pasar saham (waktu itu belum ada account demo). Tidak seperti Jesse Livermore yang bisa meraup keuntungan jutaan dollar saat crash pasar saham AS tahun 1929, Richard Donchian malah kehilangan seluruh modal investasinya. Loss total.
Ia segera kembali bekerja di perusahaan permadani orang tuanya, Samuel Donchian Rug Company, sambil mempersiapkan diri untuk come back di trading. Richard Donchian, yang namanya juga tercantum dalamWho's Who in America dan penerima penghargaan ‘Most Valuable Performer Award’ untuk kontribusinya dalam money management ini percaya bahwa pemahaman analisa teknikal yang benar akan sangat menguntungkan. Ketika ia mulai trading lagi di pasar komoditi, ia telah menggunakan metodenya sendiri yang dinamakan ‘trend following trading method’. Metode ini disusun berdasarkan perhitungan tertentu pada indikator moving average hingga bisa menentukan timing untuk entry bilamana harga komoditi sedang bullish atau sedang bearish. Salah satu variasi dari metode ini adalah Donchian Channel Indicatoryang menunjukkan tingkat volatilitas pasar. Walau tidak sama persis dengan indikator Bollinger band, banyak trader yang telah menggunakannya mengklaim bahwa Donchian indicator lebih efektif dalam menentukan timing untuk entry.
Oleh para murid dan pengikutnya, Richard Donchian yang pernah menjabat sebagai Director of Commodity Research pada Hayden Stone Inc. ini disebut sebagai ‘market master’ dan ‘true pioneer of technical analysis’ mengingat kenyataan bahwa banyak metode trading dan beberapa indikator teknikal yang ada sekarang adalah variasi dari hasil penelitiannya. Meski tidak khusus menulis buku, sejak tahun 1960 Donchian menerbitkan bulletin mingguan ‘Commodity Trend Timing’ yang mengulas berbagai isu tentang metode trading dan analisa teknikal.
Dalam salah satu tulisannya Donchian menyebut beberapa tip untuk trading yang menguntungkan:
1. Jangan pernah membuka posisi trading dengan spontan hanya karena opini publik atau para pakar. Walaupun jika itu benar, hanya ada 2 kemungkinan: Anda terlalu cepat atau ketinggalan. Jika terlalu cepat, opini segera berubah. Jika Anda ketinggalan, apakah pasar akan menunggu Anda?
2. Jangan masuk saat volatilitas pasar rendah. Anda bisa menunggu dengan melihat arah indikator teknikal tertentu. Ambil setting dengan periode sekecil mungkin. Gerakan yang besar dimulai dari gerakan-gerakan kecil pada periode pendek. Cobalah.
3. Batasi resiko dan maksimalkan profit. Yang ini mutlak dilakukan
4. Bedakan trend mayor dan trend minor. Jika trend minor sudah break, bersiaplah untuk membuka posisi. Pasar selalu bergerak dalam bentuk trend. Jika Anda tidak mengenal trend, maka Anda tidak mengenal pasar.
Yayasan dengan nama The Richard Davoud Donchian Foundation didirikan oleh para pengikut dan murid-muridnya setelah Richard Donchian wafat di tahun 1993 guna membantu para trader untuk bisa mencapai sukses.
Sumber : www.fxfisherman.com
Richard Donchian lahir di Connecticut, AS. Setelah menyelesaikan pendidikan ekonomi di Yale University pada tahun 1928, ia membantu bisnis permadani orang tuanya. Pendiriannya tiba-tiba saja berubah setelah dengan tidak disengaja ia membaca buku ‘Reminiscences of a Stock Operator’ yang ditulis oleh Jesse Livermore, trader terkenal saat itu yang juga seangkatan Donchian. Menurut Donchian yang pernah bertugas di Angkatan Udara AS selama perang dunia kedua dan pernah bekerja sebagai Statistical Control Officer di Pentagon ini, tidak ada bisnis yang begitu menjanjikan seperti trading. Ia segera banting stir dengan langsung terjun ke pasar saham (waktu itu belum ada account demo). Tidak seperti Jesse Livermore yang bisa meraup keuntungan jutaan dollar saat crash pasar saham AS tahun 1929, Richard Donchian malah kehilangan seluruh modal investasinya. Loss total.
Ia segera kembali bekerja di perusahaan permadani orang tuanya, Samuel Donchian Rug Company, sambil mempersiapkan diri untuk come back di trading. Richard Donchian, yang namanya juga tercantum dalamWho's Who in America dan penerima penghargaan ‘Most Valuable Performer Award’ untuk kontribusinya dalam money management ini percaya bahwa pemahaman analisa teknikal yang benar akan sangat menguntungkan. Ketika ia mulai trading lagi di pasar komoditi, ia telah menggunakan metodenya sendiri yang dinamakan ‘trend following trading method’. Metode ini disusun berdasarkan perhitungan tertentu pada indikator moving average hingga bisa menentukan timing untuk entry bilamana harga komoditi sedang bullish atau sedang bearish. Salah satu variasi dari metode ini adalah Donchian Channel Indicatoryang menunjukkan tingkat volatilitas pasar. Walau tidak sama persis dengan indikator Bollinger band, banyak trader yang telah menggunakannya mengklaim bahwa Donchian indicator lebih efektif dalam menentukan timing untuk entry.
Oleh para murid dan pengikutnya, Richard Donchian yang pernah menjabat sebagai Director of Commodity Research pada Hayden Stone Inc. ini disebut sebagai ‘market master’ dan ‘true pioneer of technical analysis’ mengingat kenyataan bahwa banyak metode trading dan beberapa indikator teknikal yang ada sekarang adalah variasi dari hasil penelitiannya. Meski tidak khusus menulis buku, sejak tahun 1960 Donchian menerbitkan bulletin mingguan ‘Commodity Trend Timing’ yang mengulas berbagai isu tentang metode trading dan analisa teknikal.
Dalam salah satu tulisannya Donchian menyebut beberapa tip untuk trading yang menguntungkan:
1. Jangan pernah membuka posisi trading dengan spontan hanya karena opini publik atau para pakar. Walaupun jika itu benar, hanya ada 2 kemungkinan: Anda terlalu cepat atau ketinggalan. Jika terlalu cepat, opini segera berubah. Jika Anda ketinggalan, apakah pasar akan menunggu Anda?
2. Jangan masuk saat volatilitas pasar rendah. Anda bisa menunggu dengan melihat arah indikator teknikal tertentu. Ambil setting dengan periode sekecil mungkin. Gerakan yang besar dimulai dari gerakan-gerakan kecil pada periode pendek. Cobalah.
3. Batasi resiko dan maksimalkan profit. Yang ini mutlak dilakukan
4. Bedakan trend mayor dan trend minor. Jika trend minor sudah break, bersiaplah untuk membuka posisi. Pasar selalu bergerak dalam bentuk trend. Jika Anda tidak mengenal trend, maka Anda tidak mengenal pasar.
Yayasan dengan nama The Richard Davoud Donchian Foundation didirikan oleh para pengikut dan murid-muridnya setelah Richard Donchian wafat di tahun 1993 guna membantu para trader untuk bisa mencapai sukses.
Sumber : www.fxfisherman.com
==================================================
Larry Williams
Para
trader yang telah sukses dalam karirnya sebagian besar mendedikasikan
pengetahuan dan waktunya guna mengembangkan dunia trading dan investasi
seperti mendirikan perusahaan konsultan investasi, menjadi komentator di
berbagai media investasi dan bisnis, atau menulis buku. Kita bisa
mengambil manfaat positif dari kisah perjalanan karir dan pandangan
mereka tentang dunia trading dan investasi.
Larry Williams: Cara berlatih trading yang efektif adalah dengan berlari
Larry
Williams, seorang trader terkenal yang sekaligus juga seorang pelari
marathon melihat kesamaan antara trader yang sukses dan pelari marathon
yang sukses. Kesamaannya ada pada rasa lelah dan kesakitan yang dialami.
“Setiap orang akan bisa berlari marathon jika mau berlatih dengan keras
dan benar, sama dengan trading, jika Anda mau berlatih, Anda tentu akan
menjadi trader yang tangguh dan sukses” kata Williams.
“Ketika
Anda berlari marathon, akan selalu ada rute sulit yang tidak Anda
sukai. Bahkan mungkin Anda merasa seperti berada di neraka ketika
melewati rute itu, tetapi Anda harus bisa tetap bergerak maju. Kaki Anda
yang satu harus tetap Anda gerakkan didepan kaki yang lain, harus,
ingat Anda sedang berlari. Sama halnya dengan trading. Anda harus tetap
melakukan trade, buy atau sell, ingat Anda sedang trading,” jelas
Williams. “Pernah ketika sedang berlomba, kaki saya tiba-tiba kejang dan
agak sakit. Saya memperlambat gerakan hingga rasa sakitnya berkurang.
Sama juga dengan trading, ketika saya sedang loss, saya istirahat
sebentar dan meneliti kembali kenapa posisi saya bisa loss.” tambahnya.
Larry
Williams memulai trading di pasar saham pada awal tahun 60-an. Sepuluh
tahun kemudian seorang teman menganjurkan agar ia mempertimbangkan untuk
masuk ke pasar komoditi karena dengan modal yang sama return yang
diperoleh bisa lebih besar. William menuruti anjuran itu dan benar ia
mendapatkan return yang jauh lebih besar dibandingkan trading di pasar
saham. Pada tahun 1987, Williams mengikuti program kejuaraan dunia
trading pada Robbins World Cup Trading Championship (diselenggarakan
oleh Robbins Trading Company) dan ia keluar sebagai pemenang setelah
dalam 12 bulan bisa mengubah modal awal $10,000 (duit beneran) menjadi
$1,100,000 atau profit sebesar 10900%, sebuah prestasi yang belum
tertandingi pada waktu itu.
Williams
menyebut dirinya sebagai trader "contextual” yang menggunakan kombinasi
analisa teknikal dan fundamental. Saat ini ia trading terutama untuk
dirinya sendiri disamping melakukan riset pasar dan menulis buku. Ia
adalah pembuat indikator teknikal Ultimate Oscillator dan Williams %R
yang dalam platform Metatrader dikenal sebagai Williams’ Percent Range
atau %R. Menurutnya %R adalah bentuk lain dari indikator stochastics,
tetapi lebih mudah untuk diikuti. “Saya berasumsi pada sentimen buy di
pasar, oleh sebab itu penutupan harga akan selalu dekat dengan level
tertingginya. Untuk menggunakan sebuah indikator, Anda harus selalu
merujuk pada sentimen pasar” jelas Williams mengenai indikator %R-nya.
Tinggal
di Virgin Islands Amerika Serikat, ia juga seorang politikus Partai
Republik. Saat ini ia trading terutama untuk dirinya sendiri, dan fokus
pada Treasury Bond Futures, S&P 500 dan forex. Time frame trading
yang digunakan adalah daily (1-day) dan 3-days. Mengenai pasar forex
saat ini Williams berkomentar “Pasar forex saat ini telah cukup mapan
dan stabil. Yang membuat para fund manager kecewa adalah karena program
trend-following mereka tidak bekerja sebagaimana mestinya.”
Apa
pandangan Larry Williams tentang bisnis trading? “Yang saya sukai dalam
bisnis ini adalah selalu berfikir kedepan. Kebanyakan orang berfikir
tentang keadaan saat ini, tetapi para trader harus memikirkan apakah
akan ada hujan 6 bulan dari sekarang? Apakah akan terjadi perang 10
bulan dari sekarang? Apakah akan ada kelaparan 2 tahun dari sekarang?
Mungkin tempat yang cocok bagi saya. Saya sedang hidup di masa yang akan
datang.” katanya. Tetapi, “trading sangat rentan dengan emosi. Anda
harus bisa membiasakan diri untuk tidak emosional ketika trading, atau
Anda akan mengalami tekanan mental yang terus-menerus.” tambahnya.
Apa
nasehatnya untuk para trader pemula? “Seperti lari marathon, mulailah
dengan perlahan. Sediakan waktu dan dana yang cukup untuk belajar dan
berlatih. Biaya untuk belajar akan sangat murah dibandingkan pengalaman
dan pengetahuan yang akan Anda peroleh dalam bisnis ini. Ketika trading,
jika Anda merasa ada yang tidak beres, segera cut-loss, tetapi biarkan
profit Anda ‘berlari’, Anda mesti mempunyai target.” katanya. “Pernah
dalam kurun waktu tertentu saya jatuh bangun dalam trading. Hampir semua
teman trader yang saya kenal telah meraih sukses dan terus maju dengan
cepat.” Bagaimana ia menghadapi saat-saat itu? “Berlari.” kata Williams.
Sumber : News For The Financial World
======================================
Kisah Sukses Trader Wall Street Cynthia Kase dan Rahasia Indikatornya
Trading with The Odds pun sudah ditelurkan oleh trader wanita ini.
Trading with The Odds pun sudah ditelurkan oleh trader wanita ini.
Siapa yang tidak mengenal nama Cynthia Kase
dalam dunia trading? Tokoh trader wanita ini terkenal akan dedikasi
pengetahuan dan waktunya guna mengembangkan dunia trading dan investasi.
Well, sebagai trader wanita
Cynthia Kase banyak di undang sebagai komentator di berbagai media dan
Cynthia Kase pun berhasil mendirikan perusahaan konsultan investasi dan
menjadi konsultan di lebih dari 30 perusahaan.
Sebuah buku yang berjudul: Trading with The Odds
pun sudah ditelurkan oleh trader wanita ini. So, mari kita kenal sepak
terjang trader wanita Cynthia Kase dan manfaat apa yang bisa kita
dapatkan.
Latar Belakang Cynthia Kase
Tidak seperti kebanyakan tokoh
trader lainnya, trader wanita ini tidak memiliki latar belakang apa-apa
yang terkait dengan dunia trading. Cynthia Kase merupakan lulusan
pendidikan kimia teknik.
Saat Cynthia Kase bekerja di
Standard Oil of California pada tahun 1983, sang bos memberikan tugas
khusus untuk Cynthia Kase pada bagian program pengembangan bisnis dan
management perusahaan untuk memperkuat divisi trading.
Ia pun bingung…
Namun pelan-pelan seorang Cynthia Kase belajar untuk memperoleh sebuah pandangan dalam perdagangan minyak dunia.
Karena pada tahun 1983
perdagangan kontrak minyak mentah dunia diperkenalkan untuk pertama
kalinya, dan penggunaan personal komputer (PC) sedang mulai digunakan
untuk trading.
“Saya menggunakan personal
komputer khusus di ruang trading untuk belajar. Bagi trader diawal tahun
80-an anda tentu tahu keadaannya, apalagi latar belakang saya kimia
teknik dan pengetahuan saya tentang personal komputer terbatas.” kata
Cynthia Kase.
Tips Trading ala Cynthia Kase
Trader wanita Cynthia Kase
bukan hanya mendobrak dunia trading yang biasanya didominasi oleh para
trader pria, namun ia pun mempunyai sebuah teknik trading yang paten.
Cynthia Kase hanya
mengandalkan pada sejumlah indikator teknikal yang ia ciptakan sendiri
sebagai sinyal trading. Saat akan mengambil keputusan penting dalam
trading Cynthia Kase selalu berpatokan pada indikator-indikator teknikal
tersebut tanpa pertimbangan pengaruh faktor fundamental sama sekali.
“Anda harus menjadi orang yang
sedang menyendiri ketika trading agar hasilnya maksimum. Anda tidak
seharusnya percaya pada pendapat orang lain. Dan yang penting Anda mesti
tetap fokus dan berpikir dengan tenang. Tetapi Anda juga tidak harus
ngotot dan memaksakan diri.” Kata Cynthia Kase.
Ia tidak memakai indikator
teknikal sebelum tahun 1985. Menurutnya trading dengan analisa teknikal
itu sangat rumit. Memang benar, analisa teknikal pun memerlukan waktu
untuk memahaminya.
Selama bertahun-tahun Cynthia
Kase membuat dan mengembangkan indikator trading ciptaannya sendiri, dan
sekarang ia gunakan juga untuk para kliennya.
“Sebagai trader technician,
saya menerapkan pola pergerakan harga, momentum dan trend,” Cynthia Kase
menjelaskan. ”Tetapi indikator saya menggunakan statistik, bukan pada
pengamatan empiris semata.”
Dasar dari indikator Cynthia Kase adalah indikator momentum (peak-oscillator) dan metode stop (deviation-stop) berdasarkan volatilitas.
Frekuensi Trading
Untuk
frekuensi trading, Cynthia Kase sendiri mengaku tidak selalu trading
setiap hari, melainkan tiap 3 sampai 10 hari. “Teknik trading yang saya
gunakan sangat mengutamakan strategi exit, bukan pada entry point-nya,”
kata Cynthia Kase.
Ia mengutamakan profit dengan
cepat, banyak trade yang profit walau pip-nya kecil. “Saya mengambil
profit dari momen-momen yang berbahaya, seperti pola pergerakan harga
saat terjadinya reversal. Lebih penting bagi saya adalah trading dengan
cara yang benar daripada profit yang besar.”
Ketekunan adalah kunci si trader wanita Cynthia Kase dalam menggeluti trading. Baginya tidak ada holy grail dalam trading. Jadi ia percaya pada indikator ciptaannya sendiri.
Cynthia Kase percaya pada indikator ciptaannya sendiri, bagaimana dengan anda?
======================================
Top Trader Termuda di Wall Street
Trader di Wall Street adalah layaknya bintang Hollywood.
Dengan hasil trading mereka di bidang saham, mata uang, komoditi dan derivatif produk, mereka secara rutin membawa pulang gaji dan bonus yang besar. Beberapa majalah trading di wall street sering menampilkan mereka sebagai sampul majalah beserta jet pribadi serta helikopter yang mereka miliki.
Kita mungkin tidak pernah tau apabila mereka menghabiskan $100,000 hanya untuk membeli dudukan toilet . Pada kenyataannya mereka telah “membuat” banyak uang, namun mereka juga membelanjakannya dalam jumlah banyak.Dengan hasil trading mereka di bidang saham, mata uang, komoditi dan derivatif produk, mereka secara rutin membawa pulang gaji dan bonus yang besar. Beberapa majalah trading di wall street sering menampilkan mereka sebagai sampul majalah beserta jet pribadi serta helikopter yang mereka miliki.
Ok, sudah cukup mengkhayalnya , kali ini kita membahas cerita seorang trader fenomenal dari Wall Street.
Jan Sramek – Goldman Sachs, 24 years old
Sramek terpilih sebagai Top Trader termuda dari 100 Top Trader di Wall Street. Dengan usianya yang masih muda, Sramek dikenal mempunyai temperamen yang cukup arogan. Dia membuat komentar di situs Twitter pribadinya sesaat setelah diwawancarai oleh 4 reporter CNN,Saya baru saja berdebat ekonomi dengan 4 orang reporter CNN yang baru lulus kuliah. Mereka melihat saya seperti Gordon Gekko.Gordon Gekko adalah seorang tokoh utama antagonis (diperankan oleh Michael Douglas) di dalam film “Wall Street” yang mempergunakan kekuatan uangnya dalam mengendalikan market. Mhhmm…. jadi teringat George Soros
Namun meski pribadinya yang dikenal arogan dan ambisius, Sramek dikenal sebagai individual yang sangat jenius. Dia memecahkan rekor dunia sebagai siswa yang mendapatkan nilai A di 10 bidang mata pelajaran, dan sekarang masih berstatus sebagai siswa di London School of Economic.
Perjalanan karirnya sebagai trader dimulai ketika berusia 13 tahun. Setelah kuliah dia pengalaman tradingnya semakin menanjak dan dia mengumpulkan banyak uang dari hasil trading.
Pengalaman tradingnya tidak main-main, Sramek sempat menjadi analis market di investment bank seperti AKO Capital, Marshall Wace, Barclays Capital, Deutsche.
Sampai akhirnya Sramek menginjakkan kakinya di belantara Wall Street bersama Goldman Sachs, dan disinilah karirnya menanjak pesat. Bersama rekan satu tim nya di divisi Emerging Market Trading Desk Goldman Sachs, dia meraih hasil yang sungguh mencengangkan dunia.
Di quarter pertama 2010, divisi Sramek membuat rekor trading 35 hari tidak pernah loss dan menghasilkan lebih dari 100 juta dollar Amerika untuk kas Goldman Sachs.
Wawancara dengan Jan Sramek
Apa yang memotivasi kamu?Saya berkompetisi dengan diri saya sendiri. Bekerja dengan orang yang bisa membuat saya terkejut dan belajar darinya.Apa target kamu di masa depan? Apa yang akan kamu lakukan di masa 15 tahun yang akan datang?
Idealnya saya bekerja di bidang finansial, namun disatu sisi saya juga suka menjadi entrepreneur. Market itu seperti puzzle yang fantastik dan terus berubah setiap anda menambahkan satu demi satu bagian puzzle. Saya sangat menyukai tantangan intelektual seperti ini.Apa tujuan hidup yang ingin anda capai?
Saya ingin menjadi orang yang membuat sesuatu perubahan yang besar, dan saya butuh posisi yang kuat untuk ini. Sekolahan mendidik kita sesuai buku teks, mereka jarang melahirkan seorang individu yang berpikir secara independen.Jika kamu menjadi CEO di suatu perusahan di dunia? perusahaan mana yang kamu inginkan? dan kenapa?
Saya tidak ingin itu. Saya mungkin tertarik untuk menjadi seorang hedge fund, namun hanya untuk belajar bagaimana mengelola. Saya tidak melihat posisi CEO sebagai sesuatu yang menarik.Apa kamu punya buku atau blog favorit?
Saya subscribe (berlangganan artikel melalui email) di 168 situs dan blog. Jadi saya punya beberapa blog favorit yang semuanya mengenai entrepeneurship dan financial markets.Dalam kalimat terakhirnya, Sramek meninggalkan pesan bagi semua trader,
See everything in terms of risk-reward, almost like a trade. Determine your entry, exit and stop loss. Know when to get out.Sebagai Top Trader termuda, Sramek menekankan bahwa risk-reward menjadi komponen penting dalam kesuksesan tradingnya. Sesuatu hal yang sebenarnya sangat basic, mudah untuk diucapkan namun susah untuk dilakukan ketika emosi dan keserakahan mengambil alih akal sehat kita.
Anda mungkin juga menyukai artikel cerita trader berikut ini:
Related Articles:
====================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar